Selasa, 07 Maret 2017

BAHAN SHARING DEWAN GURU ( PENDALAMAN KITAB SUCI)


 Bahan Sharing Iman Guru dan Karyawan  Unit SMA Katolik Santo Fransisku Assisi Samarinda Suster, Bapak, ibu  pada hari ini kita akan melaksanakan sharing iman
Adapun langkah-langkah sharing ini sebagai berikut:
 Ø  Fasilitator menyampaikan ringkasan langkah-langkah sharing di bawah ini. Sementara “ringkasan” tersebut disampaikan, semua peserta mengikuti langkah-langkah dalam lembaran.
Langkah ke-1
• Fasilitator/pemandu meminta salah seorang peserta mengundang kehadiran Yesus secara pribadi dan hangat dalam doa. 

Langkah ke-2
• Pertama-tama fasilitator/pemandu mengumumkan teks Kitab suci yang akan  dibaca.
• Teks kitab suci dari  Kolose 3:18-4:1
• Selanjutnya, fasilitator/pemandu meminta salah seorang peserta membacakan teks tersebut dengan pelan-pelan dan dalam suasana doa.

Langkah ke-3
• Setiap peserta diminta untuk memilih satu kata atau kalimat singkat dari teks yang dibaca. Kata atau kalimat singkat itu dibaca dengan lantang sebanyak 3 kali dengan memberikan saat hening di antara setiap pengulangan itu.

• Kita dapat memilih kata apa saja dari teks tersebut bahkan kata yang kita anggap tidak penting sekalipun. Oleh karena itu, kita tidak perlu mencari-cari kata khusus dalam teks. Setiap kata dapat dipilih tanpa dicari-cari terlalu lama.

Langkah ke-4
• Fasilitator/pemandu mengumumkan saat hening, misalnya 3 atau 4 menit. Lamanya saat hening ini tergantung pada keinginan kelompok.
• Fasilitator/pemandu memperhatikan dan menepati waktu untuk saat hening yang sudah disepakati. Hal ini akan menciptakan ketenangan batin untuk kelompok.

Langkah ke-5
• Dalam langkah “sharing” ini, kita tidak boleh ‘mengkhotbahi’ peserta lain tentang apa dan bagaimana seharusnya mereka bertindak.
• Kita tidak ‘mendiskusikan’ atau ‘menjelaskan’ satu topik sebagaimana yang kita lakukan dalam studi Kitab Suci . Jika ada kesulitan memahami teks dan ingin didiskusikan jangan dilakukan dalam langkah ke-5 ini. Kesulitan itu bisa dibahas pada langkah ke-6 atau pada saat evaluasi. Jika tidak, kita merusak suasana doa dan menghilangkan bagian yang paling berharga dalam sharing iman yaitu kehadiran Tuhan Yesus.
• Dalam langkah ini kita hendaknya membagikan (sharing) bagaimana kata atau kalimat singkat tertentu telah menyentuh diri kita sendiri secara mendalam. Oleh karena itu kita dapat memulai sharing kita dengan kalimat:

“Kata ini….telah menyentuh hati saya, karena...” Atau “Saya merasa tersentuh oleh kata ini… karena…”
Langkah ke-6
• Dalam langkah ini kita berusaha menemukan satu “tugas” yang dapat kita lakukan bersama. Tugas ini tidak mesti berhubungan dengan teks yang dibaca. Misalnya: mengutus beberapa anggota komunitas mengunjungi orang sakit, menolong korban banjir, kerja bakti, mengunjungi warga lingkungan/ komunitas yang tidak aktif.
Langkah ke-7
• Dalam langkah terakhir ini, mereka yang ingin berdoa diberikan kesempatan melakukannya secara spontan.
• Setelah dirasa selesai, kita mengakhiri pertemuan dengan doa atau nyanyian yang sudah dikenal peserta.

4. Setelah melaksanakan ke-7 langkah, lakukan evaluasi bersama dengan menggunakan “Bagan Evaluasi Diri” . Lakukan evaluasi dengan suasana hangat dan usahakan tidak membuat orang lain tersinggung.

TOTALITAS SEORANG GURU
Bacaan: Kolose 3:18-4:1
Bacaan Setahun: Bilangan 30-31
Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. (Kolose 3:23)
 082157153601Ibu Merry mengajar di Sekolah Luar Biasa (SLB) Bhakti Luhur, Malang, sejak 1984. Suatu saat ia mendapatkan seorang murid bernama Jorei, anak yang bisu, tuli, dan low vision (berkemampuan melihat rendah). Awalnya Jorei tidak mau belajar. Ibu Merry tak kehabisan akal. Bila keadaan gelap Jorei mudah mengantuk, maka Bu Merry menyalakan lampu seterang-terangnya saat anak itu belajar. Anak-anak SLB juga sulit berkonsentrasi, maka Bu Merry membuat banyak alat peraga yang merangsang muridnya untuk belajar. Sebuah totalitas pengabdian yang mengagumkan.
Paulus memaparkan bahwa hubungan dengan Tuhan adalah landasan bagi hubungan kita dengan sesama: ketika kita melakukan sesuatu bagi sesama, sesungguhnya kita sedang melakukannya bagi Tuhan, yang menciptakan kita semua. Kesadaran ini menggugah dedikasi dan etos kerja yang luar biasa. Orang tergerak untuk bekerja dengan segenap hati, bukan sekadar mengejar keuntungan materiil, melainkan sungguh-sungguh mengupayakan kesejahteraan orang lain. Orang bersedia untuk bekerja secara ekstra, melampaui tuntutan tugas, agar kehidupan sesamanya dapat menjadi lebih baik.Dan, ia memperoleh kepuasan sedalam-dalamnya dengan menyadari bahwa ia mengerjakan semuanya itu sebagai ungkapan syukur atas anugerah Tuhan.
Bagaimana dengan kita? Apakah kita melihat kehadiran Tuhan di balik setiap orang yang kita layani? Apakah kita bekerja demi memberikan manfaat pada sesama? Apakah kita menilai sukses dari kepuasan dalam mensyukuri anugerah-Nya?
Etos kerja Guru


Dalam meningkatkan etos kerja, guru senantiasa diperhadapkan pada peningkatan kualitas pribadi dan sosialnya. Jika hal ini dapat dipenuhi maka keberhasilan lebih cepat diperoleh, yaitu mampu melahirkan peserta didik yang berbudi luhur, memiliki karakter sosial dan profesional sebagaimana yang menjadi  tujuan pokok pendidikan itu sendiri. Menurut Thoifuri (2007:3-4), bahwa karakter pribadi dan sosial bagi guru dapat diwujudkan sebagai berikut:
1.     Guru hendaknya pandai, mempunyai wawasan luas.
2.     Guru harus selalu meningkatkan keilmuannya.
3.     Guru meyakini bahwa apa yang disampaikan itu benar dan bermanfaat.
4.     Guru hendaknya berpikir obyektif dalam menghadapi masalah.
5.     Guru hendaknya mempunyai dedikasi, motivasi dan loyalitas.
6.     Guru harus bertanggung jawab terhadap kualitas dan kepribadian moral
7.     Guru harus mampu merubah sikap siswa yang berwatak manusiawi.
8.     Guru harus menjauhkan diri dari segala bentuk pamrih dan pujian.
9.     Guru harus mampu mengatualisasikan materi yang disampaikan
10.  Guru hendaknya banyak inisiatif sesuai perkembangan iptek.

Karakter guru tersebut di atas merupakan ciri kehidupan seorang guru yang amat fundamental dan dengan keprofesionalan guru itulah akan terjadi motivasi, dinamisasi dan demokratisasi pemikiran yang akan mengarah kepada kreaktivitas yang konstruktif  dalam menciptakan  etos kerja di masa kini dan masa yang akan datang. Untuk mewujudkan semua itu tentunya membutuhkan dukungan dari berbagai pihak termasuk dari masyarakat. 
Pada tataran implementasi etos kerja guru dapat terlihat dalam kegiatan guru pada saat pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, itulah sebabnya untuk mengukur efektifitas etos kerja guru perlu mengkomparasikan dengan kepemimpinan kepala sekolah. Kepala sekolah yang cakap tentunya akan menaruh perhatian pada etos kerja bawahannya.
Salah satu teori berkaitan dengan peningkatan etos kerja sebagaimana yang dikemukan oleh Mitchel,T.R dan Larson (1987:343) bahwa indikator-indikator atau ukuran-ukuran kinerja guru meliputi : (1) kemampuan, (2) prakarsa/inisiatif, (3) ketepatan waktu, (4) kualitas hasil kerja, dan (5) komunikasi. 
1. Kemampuan Guru 
            Broke dan Stoine (dalam Wijaya & Rusyan 1992:7-8),  menjelaskan bahwa kemampuan merupakan gambaran hakikat kualitatif dari  perilaku guru atau tenaga kependidikan yang tampak sangat berarti. Sedangkan Robins,1998:46 (dalam Sitio 2006),  mendefinisikan kemampuan adalah kapasitas individu melaksanakan berbagai tugas dalam suatu pekerjaan. 
            Charles E. Jhonsons et al (1974:3) (dalam Wijaya dan A. Tabrani Rusyan 1992:8), mendefinisikan bahwa kemampuan merupakan perilaku yang rasional untuk mencapai tujuan yang dipersyaratkan sesuai dengan kondisi yang diharapkan. Kemampuan merupakan salah satu hal yang harus dimiliki dalam jenjang apapun karena kemampuan memiliki kepentingan tersendiri dan sangat penting untuk dimiliki oleh guru. Berhasil tidaknya pendidikan pada sebuah sekolah salah satu komponennya ialah guru itu sendiri. 
2. Inisiatif Guru 
          Menurut kamus Bahasa Besar Indonesia inisiatif berarti usaha sendiri, langkah awal, ide baru. Berinisiatif berarti mengembangkan dan memberdayakan sektor kreatifitas daya pikir manusia, untuk merencanakan idea atau buah pikiran menjadi konsep yang baru yang pada gilirannya diharapkan dapat berdaya guna dan bermanfaat. 
          Manusia yang berinisiatif adalah manusia yang tanggap terhadap segala perkembangan yakni manusia yang pandai membaca, menghimpun dan meneliti, manusia yang inisiatif juga dapat memanfaatkan setiap peluang di setiap pergantian waktu, dan menjadikannya sebagai kreasi yang berarti. 
          Keistimewaan dari inisiatif ini sendiri yaitu mampu mencermati kreasi Tuhan, selanjutnya menjadikan bahan renungan atau kreatifitas berpikir dalam semua waktu dan tempat, kemudian membuat kreasi baru (karya baru) atau berinisiatif memproduksi semua potensi menjadi berdaya guna.
3.  Ketepatan Waktu Kerja 
Kenyataan yang tidak dapat dipungkiri, sebelum masuk dalam sebuah organisasi pendidikan seorang guru tentu mempunyai aturan, nilai dan norma sendiri, yang merupakan proses sosialisasi dari keluarga atau masyarakatnya. Seringkali terjadi aturan, nilai dan norma diri yang tidak sesuai dengan aturan-aturan sekolah yang ada. Hal ini menimbulkan konflik sehingga orang mudah tegang, marah, atau tersinggung apabila orang terlalu menjunjung tinggi salah satu aturannya. Misalnya, seorang guru yang selalu tepat waktu mengajar sementara itu iklim di sekolah kurang menjunjung tinggi nilai-nilai penghargaan terhadap waktu. Jika guru tersebut memegang teguh prinsip-prinsipnya sendiri, ia akan tersisih dari teman sekerjanya. Demikian sebaliknya, jika ikut arus maka ia akan mengalami stres, oleh karenanya ia harus menyesuaikan diri; tidak ikut arus, tetapi juga tidak kaku. Ia jika perlu mempelopori kepatuhan terhadap waktu kepada teman sejawatnya.
Ketepatan waktu dalam melaksanakan tugas diartikan sebagai sikap seseorang atau kelompok yang berniat untuk mengikuti aturan-aturan yang telah ditetapkan. Dalam kaitannya dengan pekerjaan, pengertian ketepatan waktu atau  disiplin kerja adalah suatu sikap dan tingkah laku yang menunjukkan ketaatan karyawan terhadap peraturan organisasi. Niat untuk mentaati peraturan menurut Suryohadiprojo (1989:65) merupakan suatu kesadaran bahwa tanpa didasari unsur ketaatan, tujuan organisasi tidak akan tercapai. Hal  itu berarti bahwa sikap dan perilaku di dorong adanya kontrol diri yang kuat. Artinya,sikap dan perilaku untuk mentaati peraturan organisasi muncul dari dalam dirinya. Niat juga dapat diartikan sebagai keinginan untuk berbuat sesuatu atau kemauan untuk menyesuaikan diri dengan aturan-aturan. Sikap dan perilaku dalam disiplin kerja ditandai oleh berbagai inisiatif, kemauan, dan kehendak untuk mentaati peraturan. Artinya, orang yang dikatakan mempunyai disiplin yang tinggi tidak semata-mata patuh dan taat terhadap peraturan secara kaku dan mati, tetapi juga mempunyai kehendak (niat).
4.  Kualitas Hasil Kerja Guru
Pengertian kualitas hasil kerja disebut juga sebagai kinerja atau dalam bahasa Inggris disebut dengan performance. Pada prinsipnya, ada istilah lain yang lebih menggambarkan pada “kualitas” atau “prestasi” dalam bahasa Inggris yaitu kata “achievement”. Tetapi karena kata tersebut berasal dari kata “to achieve” yang berarti “mencapai”, maka dalam bahasa Indonesia sering diartikan menjadi “pencapaian” atau “apa yang dicapai”. (Ruky, 2001:15). Menurut  Hasibuan (1990), prestasi kerja adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman, kesungguhan, serta waktu.
Dari definisi diatas dapat dipahami bahwa kualitas kerja lebih menekankan pada hasil atau yang diperoleh dari sebuah pekerjaan sebagai kontribusi pada sekolah atau standar pencapaian hasil akhir dari guru-guru yang ada di sekolah dalam memnuhi kebutuhan dari peserta didik. Untuk meningkatkatkan kualitas hasil kerja tentunya dipengaruhi oleh faktor organisasional (sekolah) dan factor personal.
Faktor organisasional meliputi sistem imbal jasa, kualitas pengawasan, beban kerja, nilai dan minat, serta kondisi fisik dari lingkungan kerja. Diantara berbagai faktor organisasional tersebut, faktor yang paling penting adalah faktor sistem imbal jasa, dimana faktor tersebut akan diberikan dalam bentuk gaji, bonus, ataupun promosi. Selain itu, faktor organisasional kedua yang juga penting adalah kualitas pengawasan (supervision quality), dimana seorang bawahan dapat memperoleh kepuasan kerja jika atasannya lebih kompeten dibandingkan dirinya.
Sementara faktor personal meliputi ciri sifat kepribadian (personality trait), senioritas, masa kerja, kemampuan ataupun keterampilan yang berkaitan dengan bidang pekerjaan dan kepuasan hidup. Untuk faktor personal, faktor yang juga penting dalam mempengaruhi prestasi kerja adalah faktor status dan masa kerja. Pada umumnya, orang yang telah memiliki status pekerjaan yang lebih tinggi biasanya telah menunjukkan prestasi kerja yang baik. Status pekerjaan tersebut dapat memberikannya kesempatan untuk memperoleh masa kerja yang lebih baik, sehingga kesempatannya untuk semakin menunjukkan prestasi kerja juga semakin besar.
Di samping itu juga prestasi kerja seseorang tergantung juga dari  kesempatan, kapasitas, dan kemauan untuk melakukan prestasi. Kapasitas terdiri dari usia, kesehatan, keterampilan, inteligensi, keterampilan motorik, tingkat pendidikan, daya tahan, stamina, dan tingkat energi. Kemauan terdiri dari motivasi, kepuasan kerja, status pekerjaan, kecemasan, legitimasi, partisipasi, sikap, persepsi atas karakteristik tugas, keterlibatan kerja, keterlibatan ego, citra diri, kepribadian, norma, nilai, persepsi atas ekspektasi peran, dan rasa keadilan. Sedangkan kesempatan meliputi alat, material, pasokan, kondisi kerja, tindakan rekan kerja, perilaku pimpinan, mentorisme, kebijakan, peraturan, prosedur organisasi, informasi, waktu, serta gaji yang didapatkan. 
5.  Komunikasi Guru 
Komunikasi merupakan bagian yang penting dalam kehidupan kerja. Hal ini mudah dipahami sebab komunikasi yang tidak baik bisa mempunyai dampak yang luas terhadap kehidupan organisasi , misalnya konflik antar guru, dan sebaliknya komunikasi yang baik dapat meningkatkan saling pengertian, kerjasama dan juga kepuasan kerja. Mengingat yang bekerjasama dalam suatu organisasi dalam rangka mencapai tujuan merupakan sekelompok sumber daya manusia dengan berbagai karakter, maka komunikasi yang terbuka harus dikembangkan dengan baik. Dengan demikian masing-masing pegawai dalam organisasi mengetahui tanggung jawab dan wewenang masing-masing. Guru-guru yang mempunyai kompetensi komunikasi yang baik akan mampu memperoleh dan mengembangkan tugas yang diembannya, sehingga tingkat kinerjanya menjadi semakin baik. Komunikasi memegang peranan penting di dalam menunjang kelancaran aktivitas pegawai di sekolah. Adapun komunikasi yang di bangun di sekolah ini antara lain:
a.      Komunikasi ke bawah (downward communication) atau komunikasi kepala sekolah dengan para guru dan staf tata usaha.
      Yaitu komunikasi yang datang dari kepala sekolah SMP Negeri 5 Bitung kepada seluruh warga sekolah dan bersifat intern. Seperti instruksi tugas, rasionalisasi pekerjaan, informasi, idiologi, dan balikan.
b.     Komunikasi keatas (upward communication) atau komunikasi guru dan karyawan kepada kepala sekolah.
Adalah arus komunikasi yang bergerak dari bawah keatas. Pesan yang disampaikan antara lain laporan pelaksanaan pekerjaan, keluhan guru, sikap dan perasaan guru tentang kendala yang dihadapi pada proses kegiatan belajar mengajar, pengembangan media pembelajaran, informasi tentang pembagian jadwal mengajar dan hasil yang dicapai oleh siswa, dll.
c.      Komunikasi Horisontal (horizontal comunication)
Komunikasi yang di bangun di antara para guru-guru mata pelajaran, guru kelas dalam rangka  kerja yang sama demi untuk meningkatkan hasil belajar siswa serta kemajuan sekololah.

pace et bene 
damai dan kebaikan



Kamis, 02 Maret 2017

RINGKASAN MATERI KELAS 10 KD. 1,2, 3

KD. 1. Kitab Suci Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru

Apa pengertian Alkitab???? Secara etimologis, Alkitab berasal dari bahasa Arab “Al dan Kitab”. Kata “Al” sebagai artikel berarti “Sang”. Kata “Al: Sang” mengandung muatan “luhur, unggul”. Sedangkan kata “Kitab” bisa diartikan “Buku”. Maka secara etimologis Alkitab dapat diartikan sebagai buku yang unggul atau buku yang luhur. Jadi alkita Kitab Suci merupakan kumpulan buku yang ditulis oleh penulis manusia dengan ilham dari Allah. Buku-buku tersebut berisi tulisan tentang wahyu Tuhan dan rencana keselamatan umat manusia.
Ø  Mengapa disebut SUCI??(di mana ke-suciannya??)
Ada 2 alasan;
1.     Berkaitan dengan keberadaan Allah.                                                                                                         
Allah itu suci adanya, maka sabda-Nya pun suci, maka buku yang berisi tentang kesaksian iman akan Allah disebut Kitab Suci.
2.     Kaitan dengan fungsinya ( kegunaan untuk manusia ) Fungsi dari buku ini bisa menyucikan manusia ( isinya menjadikan manusia bermoral, baik, benar, baik dalam berlaku dan bersikap). Maka, manusia yang bermoral menyerupai Allah, baik adanya, benar adanya, dst. Karena Allah itu suci, maka disebut kitab suci.

          Alkitab  terdiri atas :
  1. Perjanjian lama dan
  2. Perjanjian baru

Ø  Mengapa kita menyebut perjanjian?? Bukan wasiat??
Karena muatan kata perjanjian dan wasiat sangat berbeda
1.     Wasiat pada umumnya dari seseorang “monolog”, walaupun ada ikatannya.
2.     Perjanjian umumnya ada timbal balik “dialog” dan ikatannya sangat kuat.
Mengapa disebut Kitab Suci Perjanjian Lama (KSPL) dan Kitab Suci Perjanjian Baru (KSPB)?
- Istilah Perjanjian Lama pertama kali di pakai oleh PAULUS ( 2 Kor 3:14). Ini pada waktu Gereja perdana, masalahnya mengapa disebut PL & PB??
3. Berkaitan dengan asal – PL berasal dari bangsa Israel, PB bersal dari Gereja perdana ( orang- orang yang percaya pada Yesus)
4. Berkaitan dengan isinya – PL terbatas pada satu bangsa yakni Israel, PB untuk semua orang yang percaya.
PB sering disebut juga sebagai perjanjian kekal, karena di dalam Yesus hubungan antara manusia dan Allah menjadi tidak terputuskan.

Ø  Jumlah kitab suci gereja kristen dan katolik.
Perjanjian Lama
q   kitab suci kristen berjumlah :39
q   Kitab suci katolik berjumlah : 45/46
Perjanjian Baru
q   kitab suci kristen berjumlah : 27
q   kitab suci katolik berjumlah : 27
Ø  Jadi jumlah kitab suci gereja kristen seluruhnya 66, sedangkan jumlah kitab suci katolik seluruhnya berjumlah 73
Pertanyaan : Mengapa Jumlah kitab suci gereja kristen dan gereja katolik berbeda??????........
Alasannya
  Kitab-kitab Perjanjian Lama yang diakui baik oleh Gereja Katolik maupun Gereja Protestan disebut Protokanonika (protokanonika: kanon yang pertama). Kitab-kitab Perjanjian Lama yang diakui oleh Gereja Katolik tetapi tidak diakui oleh Gereja Protestan di tempatkan di bagian antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Bagian ini oleh Gereja Katolik disebut Deuterokanonika (deuterokanonika: kanon yang kedua), sedang oleh Gereja Protestan disebut Apokrip (apokrip : buku-buku keagamaan yang baik untuk dibaca tetapi tidak diilhami Roh Kudus).
  Intinya: gereja kristen hanya menerima kitab-kitab yahudi dalam bahasa ibrani, sedangkan gereja katolik menerima kanon kitab yahudi dalam bahasa ibrani dan yunani
Ø  Sejarah terjadinya kitab suci pejanjian lama
Kitab suci perjanjian lama dimulai periode 1800-1600 s.M : periode Bapa-Bapa bangsa (Abraham, Ishak, Yakub) dimulai dari panggilan  Abraham
Hingga dua abad terakhir pada periode ini ditulis kitab-kitab daniel, ester, yudith, tobit, I dan II makabe, sirakh dan kebijaksanaan Salomo
Kanon kitab suci
  Sejarah terjadinya kitab suci Perjanjian Baru
Kitab suci perjanjian baru mulai ditulis setelah peristiwa kebangkitan yesus Kristus. Para murid dan pengangum-Nya tiba-tiba mulai  semangat  dan keyakinan baru yang luar biasa. Mereka mulai bercerita dan mewartakan yesus.
Sekitar 60-90 tahun kemudian, muncullah  pikiran diantara  murid-murid yesus untuk menuliskan ttg yesus  berdasarkan cerita dari para pengikut-Nya dan para saksi mata yang sudah beredar da berkembang luas di tengah umat.
Ø  Pengelompokan Kitab Suci
Perjanjian lama
1.       Taurat musa
  1. Kitab sejarah
  2. Kitab kebijaksanaan
  3. Kitab nabi-mabi
  4. Deutrokanonika


Ø  Pengelompokan Kitab Suci Perjanjian Baru
1.     Injil
2.     Kisah para rasul (ditulis oleh Lukas)
3.     Surat – surat paulus
4.     Surat kepada orang ibrani
5.     Wahyu by Yohanes
Ø    Isi kitab suci
1.     Perjanjian lama: Berisikan perjanjian Allah dengan bangsa israel
2.     Perjanjian baru : Berisikan perjanjian Allah dengna Umat manusia melalui Yesus Kristus
Ø Alasan membaca kitab suci
1.     Iman bertumbuh dalam penganiayaan dan dalam pembacaan kitab suci
(Tetapi hendaklah kamu berpegang teguh pada  kebenaran  yang telah engkau terima dan engkau yakini....segala tulisan yang diilhamkan Allah  memang bermafaat u mengajar, menyatakan kesalahan, u memperbaiki kelakuan  dan u mendidik orang dalam kebenaran)
2.     Analisis ungkapan st. Hieronymus
3.     Kitab suci adalah buku resmi gereja
Ø  Cara mendalami Kitab Suci
1.     Sabda Tuhan perlu  dibaca ( biasa diawali dengna doa, mohon roh kudus)
2.     Firman Tuhan perlu dipelajari ( literature, kontekstual, maksud tujuan penulis)
3.     Firman Tuhan perlu diterapkan
Ø  Kanon: Protokanonika dan Deuterokanonika
Protokanonika (yang pertama/terdahulu)    : Daftar buku-buku yang diakui sebagai bagian dari Kitab Suci yang pertama (Kitab Suci dalam bahasa Ibrani).
Deuterokanonika (yang kedua/kemudian)   : Daftar buku-buku yang diakui sebagai bagian dari Kitab Suci yang kedua (terjemahan Kitab Suci dari bahasa Ibrani ke Yunani)
Terjemahan Kitab Suci dari bahasa Ibrani ke bahasa Yunani disebut  Septuaginta (artinya 70/LXX), karena jumlah yang menterjemahkan Kitab Suci tersebut ada 70 orang.  70 dalam bahasa Yunani adalah Septuaginta.





KD. 2 Tradisi Gereja


v  Arti tradisi
LATIN; TRADITIO: PENERUSAN
a.     Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia: Tradisi adalah segala sesuatu (seperti adat, kepercayaan, kebiasaan, ajaran dsb)yang diwariskan  secara turun temurun dari nenek moyang dan diteruskan dari generasi ke generasi dan tentu saja mengalami perubahan dan perkembangan zaman.
b.    Gereja: Tradisi gereja iman yanghidup dalam Jemaat da dibagikan oleh suatu generasi ke generasi berikutnya.
c.     Tradisi adalah komunikasi iman jemaat sepanjang masa. Komunikasi iman tidak terbatas hanya pd uangkapan iman, baik dlm ajaran maupun ibadat, tetapi juga menyangkut perwujudan iman yang konkret
d.    Tradisi gereja adalah: firman Allah yang disampaikan/diturunkan kepada jemaat perdana (para rasul) dan para penggantinya hingga gereja sekarang ini.
v  Dasar Kitab suci mengenai tradisi gereja
a.     Kis 2:42 dimana dikatakan bahwa jemaah Kristen perdana bertekun dalam pengajaran para rasul, jauh sebelum tulisan-tulisan Perjanjian Baru sendiri lahir. Jadi kehidupan iman gereja tidak terbatas pada buku saja, tatapi juga pada ajaran lisan para pemimpin suci yang ditetapkan oleh Tuhan.
b.    1 Kor 15:3 dimana dikatakan oleh Paulus bahwa kebenaran tentang Yesus Kristus dia terima sendiri (jelas secara lisan).
c.     2 Tes 2:15 dimana Paulus menasehati umatnya:
"Berdirilah teguh dan berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kamu terima dari kami, baik secara lisan maupun secara tertulis."
Ajaran-ajaran yang tidak tertulis semacam itulah yang kita sebut tradisi.
d.    Yoh 21:25 yang berbunyi: "masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat Yesus, tetapi jikalau semua itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak memuat semua kitab yang harus di tulis itu." Ayat ini menunjukan bahwa tujuan penulisan injilnya bukanlah untuk mendaftar semua ajaran Kristen atau membuat daftar lengkap dari ucapan dan perbuatan Yesus. Yang dia tulis hanyalah hal- hal yang paling mendasar untuk keselamatan manusia. Hal yang sama kiranya berlaku untuk kitab- kitab Perjanjian Baru lainnya.
v  Contoh-contoh tradisi Ajaran dalam gereja
1.     Tradisi ajaran iman gereja katolik
a.     Syahadat pendek (syahadat para rasul)
b.    Syahadat Panjang ( syahadat konsili Nicea)
2. Tradisi perayaan-perayaan Iman Gereja katolik
a.     Perayaan masa adven
b.    Perayaan natal
c.     Perayaan penampakan Tuan
d.    Perayaan masa prapaskah
e.     Perayaan pekan suci
f.     Perayaan masa paskah
g.    Perayaan minggu biasa
3. Tradisi lain
a.     Hierarki
b.    Ibadat
c.     Lintani orang kudus
d.    Doa rosario
e.     novena
v  Hubungan alkitab dan tradisi gerja:
1.       Kitab suci  dan tradisi gereja menjadi tolok ukur tertinggi iman katolik
2.       Kitab suci dan tradisi gereja  merupakan  ungkapan iman akan yesus. Sekaligus dua cara  yang dipakai u meneruskan iman yang sama
3.       Kitab suci dan tradisi gereja, keduanya memiliki hubungan timbal balik.
4.       Kesatuan kitab suci dan tradisi gereja terletak pada kesamaan asal dan tujuan, sebagai sarana  perutusan wahyu.
5.       Keduanya meneruskan sabda Allah dan iman yang sama dgn cara yg berbeda



KD. 3 YESUS KRISTUS PEJUANG KERAJAAN ALLAH
v  Kelompok masyarakat pada zaman Yesus
a.   Kaum saduki : termasuk  golongan berada, kelompok ini mengelola harta benda  Bait Allah, menerima  bagian tertentu dari kurban-kurban yg dipersembahkan di bait Allah dan bagian persepuluhan, akibatnya mereka kerapkali sebagai tuan tanah, yang tanahnya dikerjakan oleh  rakyat jelata.
b.Kaum farisi
Kaum farisi pada dasarnya termasuk kaum awam, kalaupun ada rohaniwan biasanya dari  tingkat terendah, kaum farisi pada masyarakat yahudi menjadi wakil  sejati  ke-yahudi-an. Mereka berusaha menjaga warisan dan jati diri  yahudi berdasarkan  hukum Taurat. Mereka berusaha menerapkan  Hukum Taurat disetiap kehidupan, namun mereka sendiri sangat memilih-milih  dalam ketaatan mereka  dan menafsirkan dan memanipulasi HT demi kepentingan mereka sendiri sehingga mendatangkan  beban yang tidak tertahankan bagi  rakyat kecil.
c. Kaum esseni
Kaum esseni memilih untuk mengundurkan  diri dari masyarakat. Kelompok ini memisahkan diri  di pertapaan seperti hidup monastik yang kita kenal sekarang ini. Mereka sangat memperhatikan  disiplin yang keras, kaul dan tindakan ritual yang murni, serta ketaatan total kepada hukum. Untuk masuk  ke komunitas ini  orang harus menjalani inisiasi yang panjang.
Kaum esseni Qumran sangat kristis terhadap Bait Allah , dan terhadap para imam di Jerusalem. Mereka mengkritik ibadat di Bait Allah  sebagai ibadat yang tidak benar lagi. Mereka sendiri mengaku diri sebagai  “orang israel yang benar” , dengan obsesi membangun “bangsa israel  yang benar” sebagai teokrasi  imami yang hanya diperintah  oleh imamat yang sah.dalam konteks ini  kaum esseni  memegang keyakinan apokaliptis, keyakinan ini yang membawa mereka  masuk kedalam pembrontakan pada tahun 66 M kepada romawi.
d. Kaum Zelot
Kelompok yang sangat agresif dan  ialah kaum zelot. Kelompok ini  merupakan gerakan bawah tanah. Idealisme dan sikap mereka  sangat bertentangan  dgn Yesus sebagai nabi yang tanpa kekerasan. Para Ahli  mengatakan  bahwa mereka inilah  yang menjadi cikal bakal  pembrontakan melawan romawi.
v  Paham-paham Kerajaan Allah  pada zaman Yesus
a. Kerajaan Allah  menurut para Nabi: bahwa Tuhanlah  yang  yang menguasai hati manusia dan dunia, karena itu ada pengharapan bahwa pada suatu ketika  Tuhan hadir untuk mengusir ketidakadilan yang menjauhkan manusia dari  perdamaian dan kejahatan yang menggerogoti keutuhan ciptaan dan kehidupan manusia. ( mengungkapkan harapan dan kepercayaan akan daya kekuatan Allah  yang menyelamatkan
b. KA pandangan Kaum Zelot
Paham KA  dihayati  kaum zelot  berciri nasionalistis.  Geraka  mereka adalah  gerakan  bawah tanah yang bertujuan membebaskan  bangsa israel  dari kuasa politik  penjajah kafir. Kaum zelot bertujuan  untuk mengusir kaum kafir. Mereka berharap  dengan kebangkitan nasionalisme, kemengan bangsa israel dapat tercapai  dan KA tercipta
c. KA menurut pandangan aliran apokaliptik, Menurut  pandangan aliran ini, KA adalah kenyataan  pada akhir zaman. Dunia ini sudah terlalu jahat danjelek. Setelah  zaman  yang jahat ini dibinasakan  oleh Allah, maka KA akan menjadi  kenyataan di bumi  baru dan langit  yang dijanjikan Allah.
d. Kerajaan Allah menurut para rabi: Allah sekarang sudah  meraja  secara hukum, sedangkan  di akhir zaman  Allah menyatakan kekuasaan-Nya  sebaga raja  semesta alam  dengan menghakimi sekalian bangsa. Bangsa israel  yang dikuasai oleh  orang2 kafir, merupakan akibat  dari dosa-dosanya. Jika bangsa israel  melakukan hukum  taurat, maka penjajah akan dipatahkan, karena itu  mereka sekarang  taat hukum taurat sudah menjadi  warga KA, tetapi jika  tidak melakukan  hukum taurat, maka bangsa israel akan terus dijajah dan diperintah oleh kaum kafir.
v  Kerajaan Allah yang diwartakan Yesus
Sejak  awal, yesus bukan mewartakan diri-Nya sendiri, bukan pula Gereja. Dia mewartakan  Kerajaan Allah. Kerajaan Allah menjadi tema sentral/ inti dari pewartaan Yesus Kristus. Dalam Injil kata ini 122 kali dan 90 kai diletakkan di mulut yesus. Kerajaan Allah identik dengan kerajaan surga. Kerajaan surga hanya terdapat  pada injil mateus (32 kali) yang menulis Injilnya bagi orang yahudi, karena itu  nama allah  tidak senang  diucapkan  oleh orang yahudi, sedapat mungkin dihindari.
Namun bagaimna  dan apa artinya bagi para pedengarnya/orang-orang pada zamannya Yesus : paham kerajaan Allah pada zamannya Yesus.
Para nabi  memahami kerajaan Allah  adalah merajanya  allah di hati manusia dan dunia, sementara kaum zelot  menanamkan  kesadaran  bahwa kerajaan Allah  tercipta  ketika nasionalisme bangkit untuk membebaskan  bangsa israel dari kuasa politik  penjajah kafir. Bagi penganut aliran apokaliptik kerajaan allah adalah  sebuah kenyataan  pada akhir jaman. Sedangkan para rabi kerajaan allah  adalah allah meraja secara hukum dan di akhir zaman allah akan menyatakan   kekuasaannya sebagai raja semesta alam dengan menghakimi sekalian bangsa. Kerajaan allah bukan  realisasi pengharapan  pada akhir dunia. Bilamana segala yg jahat, entah fisik atau  atau moral , dikalahkan  dan bilamana  segala konsekwensi dosa, kebencian, pengkotak kotakan, penderitaan dan kematian dihancurkan. Bukan  pula suatu daerah  dengan batas-batas, sebuah  pemerintahan  yang lengkap dengn  aparatur negara sipil dan militer.
¨  Kerajaan Allah adlah: suatu tata baru kehidupan , dimana relasi  antara sesama mansia dan alam , menusia dan allah  dialami sebagai  cinta, damai  dan adil. Bilamana  ketiga elemen in  telah dirasakan  dalam kehidupan  nyata, maka disitu allah  sudah meraja.
¨  Namun kita sering cenderung menspiritualisasikan  ide kerajaan allah  seolah-olah  persoalan agama, kebaktian dan dunia yang akan datang, bukan tata baru kehidupan ini menyentuh  keseharian manusia  dalam diri pribadi, keluarga dan masyarakat dan dalam hidup berbangsa dan bernegara, tata baru kehidupan itu menyentuh  relasi anak, orang tua, rakyat, dan penguasa, umat beragama, pekerja majikan , wanita-pria dan seterusnya.  
¨  Kerajaan Allah yang diwatakan yesus mencapai kepenuhannya di akhir zaman kini sudah dekat, bahkan  sudah datang lewat sabda dan karya Yesus. Oleh sebab itu orang harus menaggapinya dengan bertobat dan percaya kepada warta yang disampaikan Yesus.
¨  Kerajaan Allah  terkait dengan  penghakiman terakhir dan ukuran penghakiman itu adalah tindakan kasih. Mereka yang melaksanakan  tindakan kasih masuk kerajaan Allah (mat 25:31-45)
¨  Realitas ini akan terwujud apabila manusia menanggapi dengan sikap radikal, yaitu  bertobat dan menyerahkan diri (percaya) kepada-Nya (bdk. Mrk 1:15) pertobatan yg radikal berarti  berpaling meninggalkan semua yg bertentangan  dan menghalangi  terlaksananya kehendak Allah dan hanya melaksanakan kehendaknya. (buah dari garis-garis Kerajaan Allah: perdamaian, kerukunan, keadilan, keutuhan kehidupan dan cinta kasih.
v  Kerajaan Allah dan perumapaan Yesus
¨  Kerajaan Allah sudah dekat
a.     Pohon ara yang tidak berbuah (kerajaan Allah sudah dekat, bahwa Allah  sungguh sabar, tetapi  jika pada waktunya  orang tidak menghasilkan buah  pertobatan, maka penghakiman akan  mendatangi orang itu. )
b.    Penghakiman Allah itu  sec. Tiba-tiba dan tidak disangka-sangka (Mat 24:50) hal ini diilustrasikan dengan kedatangan pencuri yang datang pada waktu malan yang tidak diketahui .)
c.     Kerajan Allah dan penghakiman Allah  yg tidak disangka-sangka terungkap dalam  perumpamaan ttg : gadis-gadis yang bodoh  dan gadis-gadis yang bijaksana. (bdk Mat 24:1-3)
d.    Perumpaan tentang orang yang menghadap hakim (dekatnya kerajaan Allah  mebawa nada  ancaman kita sekalian  lrang yg berutang (berdosa) harus segera membereskan perkara itu( bertobat) supaya jangan terlabat, penghakiman terakhir sudah di ambang pintu)
¨  Kerajaan Allah  terkait dengan  penghakiman terakhir dan ukuran penghakiman itu adalah tindakan kasih. Mereka yang melaksanakan  tindakan kasih masuk kerajaan Allah (mat 25:31-45)
¨  Kerajaan Allah  berarti  Allah mulai memerintah
A. Perumaan domba yang hilang
B. Perumpamaan orang-orng upahan  di kebun anggur (bdk Mat 20:1-5)  Allah menggambarkan sebagai  “Bapa keluarga” yg baik hati thp orang-orang yg tidak berjasa. Orang yg dimaksudah adalah  pemungut cukai,  pelacur, dan orang berdosa yang bertobat atas dasar kebaikan Allah  menerima pemetintahannya.
C. Perumaan anak yang hilang  (bdk Luk 15:11-32) belas kasih Allah thp orang berdosa dan suka cita-Nya karena bertobat. Dan sekaligus  berisi kritikan  thp orang farisi (yang dilambangkan dgn anak sulung) yang membanggakan jasanya, tetapi tidak mengerti  sikap hati bapa.
¨  Kerajaan Allah  menutut sikap pasrah
Kotba di bukit
¨  Kerajaan Allah suatu karunia
Kerajaan Allah  adalah suatu karunia, bukan  hanya jasa manusia. Kerajaan Allah sebagai  Karunia Allah diilustrasikan  dalam perumpaan
a.     Benih yg tumbuh (mrk 4:26-29)
b.    Biji sesawi (Mat 13:31-32)
Kerajaan Allah dengan kekutannya sendiri  akan diwujudkan  dan menghasilkan buah yg berlimpah.






 
e-book:Mari Mengenal Kitab Suci Katolik
|
11
http://ziarah-santa-maria.blogspot.com
 
14 Ibrani Ibr Surat-surat Apostolik dimaksudkan untuk ditujukan, bukan kepada suatu komunitasatau individu tertentu, tetapi kepada pembaca yang lebih universal. Surat-surat Apostolok ditulis oleh beberapa penulis antara tahun 65 M hingga 95 M.
7 Surat Apostolik No. Nama kitab Singkatan
Yakobus Yak Petrus PetPetrus PetYohanes YohYohanes YohYohanes YohYudas Yud
Apa itu Kitab Wahyu?KITAB TERAKHIR 
dalam Perjanjian Baru, yaitu Kitab Wahyu, ditulis sekitar sesudahtahun 90 M. Dengan banyak bahasa simbolik, Kitab Wahyu menyajikan kisah pertarunganantara Gereja dengan kekuatan - kekuatan jahat yang berakhir dengan kemenangan Yesus.Meskipun Kitab Wahyu menuliskan peringatan-peringatan yang mengerikan akan apa yangterjadi di mass mendatang, Kitab Wahyu pada pokoknya merupakan pesan pengharapan bagiGereja.
 
e-book:Mari Mengenal Kitab Suci Katolik
|
12
http://ziarah-santa-maria.blogspot.com
 
4
Beda Kitab Suci Katolik dan Kita Suci Protestan?PERBEDAAN UTAMA
hanya pada jumlah kitab. Kitab Suci Katolik terdiri dari 72 kitab(45 kitab PL + 27 kitab PB), sementara kebanyakan Kitab Suci Protestan hanya terdiri dari 66kitab. Kitab yang hanya terdapat dalam Kitab Suci Katolik semuanya merupakan bagian dariPerjanjian Lama. Selain itu terdapat juga beberapa ayat dalam kitab-kitab tertentu yang hanyaterdapat dalam Kitab Suci Katolik.Mengapa terjadi perbedaan demikian? Secara sederhana dapat dijelaskan seperti ini:Dahulu, orang-orang Yahudi menulis Perjanjian Lama, tetapi mereka tidak secara "resmi"menuliskan daftar atau kanon dari kitab-kitab tersebut sampai akhir abad kedua. Sekelompok orang Yahudi khawatir kalau-kalau pada akhirnya tulisan-tulisan Kristen juga akandimasukkan orang ke dalam kanon mereka.Untuk mencegah hal tersebut, setelah melalui debat yang panjang, merekamemutuskan untuk mencantumkan hanya kitab-kitab yang ditulis dalam bahasa Ibrani sajayang termasuk dalam kanon mereka. Dengan demikian mereka dapat mengeluarkan kitab-kitab Kristen yang semuanya ditulis dalam bahasa Yunani. Namun demikian, ada pula beberapa bagian dari kitab Perjanjian Lama yang hanya, tersedia salinannya dalam bahasaYunani, sedangkan kitab aslinya yang ditulis dalam bahasa Ibrani telah hilang. Dengandemikian kitab-kitab tersebut, yang dulunya juga mereka terima, ikut dikeluarkan dari kanonYahudi.Gereja Katolik tidak mengikuti keputusan mereka. Terutama karena beberapa kitabyang ditulis dalam bahasa Yunani mendukung ajaran Katolik, misalnya tentang Roh Kudus.Gereja Katolik tidak membuat daftar atau kanon resmi sampai beberapa abad kemudian.Sejak awal mula Gereja Katolik menerima semua kitab yang sekarang ada dalam Kitab Sucikita.Hingga kini Gereja Katolik tetap mempertahankan serta menghormati kitab-kitabseperti yang telah diterima oleh Gereja Kristen Purba. Jika Kitab Suci yang mereka wariskanitu baik bagi mereka, tentu baik pula bagi kita. Coba bacalah kisah menarik tentang Tobit,dan coba baca juga nasehat-nasehat berharga dalam Kitab Kebijaksanaan di Kitab SuciKatolik.Pada abad ke-16, Gereja Protestan mulai mempergunakan Kitab Suci sebagai dasar ajaran mereka. Martin Luther menolak semua kitab yang tidak terdapat dalam kanonPerjanjian Lama Yahudi. Alasan penolakannya adalah karena beberapa bagian dari kitab-

 
e-book:Mari Mengenal Kitab Suci Katolik
|
13
http://ziarah-santa-maria.blogspot.com
 
kitab tersebut tidak mendukung aiarannva. Seperti misalnya, Luther tidak setuiu denganajaran Gereja Katolik mengenai Api Penyucian.Padahal gagasan tentang api penyucian terdapat dalam Kitab Makabe2. SelanjutnyaLuther juga mencoba mengeluarkan beberapa kitab Perjanjian Baru, misalnya Surat Yakobus.Beberapa gagasan dalam Surat Yakobus tidak sesuai dengan ajaran Luther, misalnya tentangajaran Luther yang menyatakan bahwa perbuatan baik tidak diperlukan dalam memperolehkeselamatan, melainkan hanya iman. Tetapi, pada akhirnya, ia harus memasukkan juga SuratYakobus dalam kanonnya.Kitab-kitab Perjanjian Lama yang diakui baik oleh Gereja Katolik maupun GerejaProtestan disebut Protokanonika (protokanonika: kanon yang pertama). Kitab-kitabPerjanjian Lama yang diakui oleh Gereja Katolik tetapi tidak diakui oleh Gereja Protestan ditempatkan di bagian antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Bagian ini oleh GerejaKatolik disebut Deuterokanottika (deuterokanonika: kanon yang kedua), sedang oleh GerejaProtestan disebut Apokrip (apokrip : buku-buku keagamaan yang baik untuk dibaca tetapitidak diilhami Roh Kudus).
Artikel diolah dari sumber pustaka:
 
Sr. Mary Ann Strain, C.P. "
 Ask a Catholic: What is the Bible
?" by: www.cptryon.org
 
Romo Richard Lonsdale;
Catholic1 Publishing 
Company; www.catholic1.com
 
Marsana Windhu "
 Awal Persahabatan dengan Kitab Suci
" oleh; Penerbit Kanisius.
 
Dr. H. Pidyarto O.Carm "
Mempertanggungjawabkan Iman Katolik 
buku Kesatu";Penerbit Dioma.


GAMABARAN KERAJAAN ALLAH PADA ZAMAN YESUS

    GAMABARAN KERAJAAN ALLAH PADA ZAMAN YESUS   A.  SITUASI SOSIAL BANGSA ISRAEL   1. Situasi Sosial – Politik     Setelah masa ...